Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

Mengetahui Asal Usul Bahasa Indonesia

Mengetahui Asal-Usul Bahasa Indonesia - Oke,, untuk postingan kali ini mari kita kenali atau ketahui Asal-Usul Bahasa Indonesia, yang tentunya admin adalah salah satu pengguna bahasa tersebut,, mungkin tidak semua orang tau bagaimana latar blakang dan sejarah Bahasa Indonesia  ini. untuk pembahasan lebih lanjut silahkan simak dibawah ini.

Sebagai sebuah bahasa, bahasa Indonesia berasal dari rumpun Melayu, salah satu bagian Austronesia. Bahasa Melayu ini sudah mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna (istilah pertama ‘Bahasa Melayu’) itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.

Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.Terdapat informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), Kou-luen (I-Tsing:183), K’ouen-louen (Ferrand, 1919), Kw’enlun (Alisjahbana, 1971:1089). Kun’lun (Parnikel, 1977:91), K’un-lun (Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sanskerta. Yang dimaksud Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu.

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.

Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antar-perkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928). Meskipun demikian, hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu karena dalam percakapan sehari-hari (tidak resmi), masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing-masing seperti bahasa Melayu pasar, bahasa Jawa, bahasa Sunda, dll. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua , dan pada taraf resmilah maka bahasa Indonesia menjadi bahasa pertama. Bahasa Indonesia adalah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia. Kata “Indonesia” sendiri sebenarnya berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu Indos yang berarti “India” dan nesos yang berarti “pulau“. Jadi kata Indonesia berarti kepulauan India, atau kepulauan yang berada di wilayah India.

Bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa Republik Indonesia, sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945 (Pasal 36), pada tanggal 18 Agustus 1945. Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu yang pokoknya dari bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah, “jang dinamakan ‘Bahasa Indonesia’ jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari ‘Melajoe Riaoe’, akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia”. atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatra Utara, “…bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia”.

Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa sebenarnya bermula sejak Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Di sana, pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Pada saat itu, Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau karena beliau memiliki beberapa pertimbangan sebagai berikut:

Jika bahasa Jawa digunakan, suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia.
Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa, ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar.
Bahasa Melayu Riau yang dipilih, dan bukan Bahasa Melayu Pontianak, atau Banjarmasin, atau Samarinda, atau Maluku, atau Jakarta (Betawi), ataupun Kutai, dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka yang terakhirpun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Kedua, ia sebagai lingua franca, Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Tionghoa Hokkien, Tio Ciu, Ke, ataupun dari bahasa lainnya.

Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Pada tahun 1945, pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Malaysia, Brunei, dan Singapura masih dijajah Inggris. Pada saat itu, dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara.Dengan memilih Bahasa Melayu Riau, para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia, namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan.Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa), dan kamus baku juga diciptakan. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang.

Pada mulanya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda, hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurna- kan (EYD) dicanangkan. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan. Ada empat periode penting dari kontak kebudayaan dengan dunia luar yang meninggalkan jejaknya pada perbendaharaan kata Bahasa Indonesia.

1).Hindu (antara abad ke-6 sampai 15 M) Sejumlah besar kata berasal dari Sansekerta Indo-Eropa. (Contoh: samudra, suami, istri, raja, putra, pura, kepala, mantra, cinta, kaca)

2).Islam (dimulai dari abad ke-13 M) Di periode ini diambillah sejumlah besar kata dari bahasa Arab dan Persia (Contoh: masjid, kalbu, kitab, kursi, doa, khusus, maaf, selamat.

3).Kolonial Pada periode ini ada beberapa bahasa yang diambil, di antaranya adalah dari Portugis (seperti contohnya, gereja, sepatu, sabun, meja, jendela) dan Belanda (contoh: asbak, kantor, polisi, kualitas.

4).Pasca Kolonialisasi (Kemerdekaan dan seterusnya) Pada masa ini banyak kata yang diambil berasal dari bahasa Inggris. (Contoh: konsumen, isyu). Dan lalu ada juga Neo-Sansekerta yaitu neologisme yang didasarkan pada bahasa Sansekerta, (contoh: dasawarsa, lokakarya, tunasusila). Selain itu, bahasa Indonesia juga menyerap perbendaharaan katanya dari bahasa Tionghoa.

Demikianlah ulasan tentang Mengetahui Asal-Usul Bahasa Indonesia, semoga bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan.
Read more...

Jumat, 20 Desember 2013

Biodata Dari 5 Aktor Indonesia Termuda Kelahiran 90 an

Biodata Dari 5 Aktor Indonesia Termuda Kelahiran 90-an - Sedikit mengulas nih tentang biodata dari 5 aktor indonesia termuda kelahiran 90-an, mungkin setidaknya bisa memberikan sobat referensi bagi yang memang sedang mencari atau sedang membutuhkan dari beberapa informasi artis aktor indonesia termuda kelahiran 90-an, seperti yang dibahas pada ulasan ini. silahkan lihat biodatanya dibawah ini.


1. Biodata Morgan Oey

Foto Morgan Oey

Nama asli : Handi Morgan Winata
Tanggal lahir : 25 Mei 1990 
Lahir di : Singkawang, Kalimantan Barat 
Zodiac : Gemini 
Terkenal sejak menjadi anggota Boyband "SM*SH" (2010 - 2013)


2. Biodata Boy Hamzah

Foto Boy Hamzah

Nama : Boy Hamzah
Tanggal Lahir : 22 Februari 1990
Lahir di Jakarta Indonesia
Pekerjaan : Aktor


3. Biodata Eza Gionino

Foto Eza Gionino

Nama : Eza Gionino
Tanggal Lahir :10 Mei 1990
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Twitter : twitter.com/ezagionino6


4. Biodata Billy Davidson

Foto Billy Davidson

Nama Lengkap : Billy Davidson
Tgl Lahir : 15 Desember 1991
Profesi : Aktor & Model Indonesia


5. Biodata Adipati Dolken

Foto Adipati Dolken

Nama Lengkap : Adipati Koesmadji
Nama Panggilan : Adi, Dodot, Bule, Virgo “Kepompong”
TTL : Bandung, 19 Agustus 1991
Alamat : Taman Pondok Cabe
Warna Favorit: Hitam, putih, Merah
Hobi : Main Basket
Musik Favorit : Rock, Slow Rock
Film Favorit : komedi, action
Email : killdagangsta@hotmail.com
Twitter : @adiipati  

Oke,, sekian tentang ulasan kali dengan judul artikel Biodata Dari 5 Aktor Indonesia Termuda Kelahiran 90-an, semoga bermanfaat.
Read more...

Rabu, 16 Oktober 2013

ZTE Grand X Resmi Masuk di Indonesia Harga Rp 2 3 Juta

ZTE menghadirkan sebuah smartphone berbasis Android di tanah air yaitu ZTE Grand X. Berbeda dengan ZTE Grand X versi global, Grand X versi Indonesia ini hadir dengan berbagai pembaharuan, terutama dibagian operasi sistem.

Bila versi global dijajal dengan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich (ICS), versi Indonesia ini diperlengkapai dengan Android 4.1.1 yang disebut juga dengan Jelly Bean. ZTE pun berani mengklaim Grand X sebagai smartphone pre-installed Jelly Bean pertama di seluruh dunia, sesudah seri Google Nexus.

ZTE Grand X
ZTE Grand X
Dari segi performa, kemampuan ZTE Grand X cukup bertenaga. Smartphone ZTE ini ditanamkan prosesor dual-core ARM Cortex A9 berkecepatan 1 GHz dikombinasikan dengan GPU PowerVR SGX 531 dan semuanya itu didukung oleh RAM 512 MB.

Grand X juga diperlengkapi layar yang cukup besar dengan teknologi IPS yang berukuran 4,3 inci dengan kerapatan resolusi QHD 960 x 540 piksel dan kepadatan piksel hingga 256ppi. Sebagai penyuplai tenaga, ZTE Grand X menggunakan beterai  Li-Ion berkapasitas 1600 mAh.

Satu-satunya kamera pada ZTE Grand X terletak disisi belakang dengan resolusi 5 MP bersamaan dengan fitur autofocus, LED flash dan sanggup mengabadikan moment lewat video hingga kualitas 1080p.

Sama dengan smartphone lokal lainya, ZTE Grand X sudah mendukung penggunaan dua kartu (dual-SIM). Untuk akses internet, Grand X dapat diandalkan lewat kanal 3G/HSDPA dan alternatif internet via Wi-fi juga tersedia.

Smartphone yang memiliki ketebalan hanya 9.9 mm ini juga dipersenjatai konektivitas lokal seperti Bluetooth, microUSB, DLNA, Wi-Fi hotspot dan tak ketinggalan juga media hiburan seperi Radio dan audia/video player.

ZTE Grand X telah resmi masuk di Indonesia, harga yang ditawarkan untuk sebuah smartphone ini sekitar  Rp 2,3 Juta.

Read more...

Senin, 23 September 2013

Inilah Penemu Koneksi 4G yang berasal dari Indonesia

Adalah Prof. Dr. Khoirul Anwar. Beliau merupakan warga negara Indonesia yang kini bekerja di Jepang sebagai pengajar dan melakukan penelitian di sana. Dan beliau juga yang menjadi penemu koneksi 4G. Saya tidak tahu banyak tentang Prof. Dr. Khoirul Anwar. Namun, sebagai warga negara Indonesia saya sangat bangga dengan ini. Awalnya saya mendapatkan berita ini dari Forum Komunitas terbesar di Indonesia yakni KASKUS Hingga berita ini tersebar luas.


Ini merupakan sejarah Indonesia yang mana salah satu warga negara Indonesia menjadi penemu koneksi 4G. Ini juga adalah suatu kemajuan dari Indonesia untuk dikenal oleh negara lain yang mengakui Indonesia sebagai negara penemu koneksi 4G.


Siapa pernah mengira bahwa bangkai burung, balsam gosok, dan kisah mumi Firaun itu ada gunanya. Tapi hal itulah yang “menghidupkan” pria kampung seperti Khoirul Anwar menjadi ilmuwan top di Jepang. Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya. Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertama Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.
Khoirul adalah lulusan dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan cum laude di tahun 2000. Meraih gelar master dan doktor dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005 dan 2008. Ia menerima IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, California, USA.
Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.


Dia mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Hasilnya, kecepatan data yang dikirim bukan menurun seperti lazimnya, melainkan malah meningkat. “Kami mampu menurunkan power sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya,” kata dia. Dunia memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.
Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.
Istilah ilmiahnya, terjadi interferensi yang luar biasa. Namun, dengan algoritma yang dikembangkan di laboratorium, Khoirul mampu menghilangkan interferensi tersebut dan mencapai performa (unjuk kerja) yang sama. “Bahkan lebih baik daripada sistem biasa dengan GI,” kata pria ini.

Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.

Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.” Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul.
Itulah yang mengantarkan alumnus ITB tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang. Dia mengajar mata kuliah dasar engineering, melakukan penelitian, dan membimbing mahasiswa. Saat ini Khoirul sedang menekuni dua topik penelitian yang dilakukan sendiri dan enam topik penelitian yang digarap bersama enam mahasiswanya.
Selama tinggal di Jepang, pria kelahiran Kediri, 22 Agustus 1978 ini menyatu dengan atmosfer penelitian. “Di Jepang, saya benar-benar merasakan level kita sama dengan ilmuwan Amerika Serikat dan Eropa,” kata ayah tiga anak ini. “Perasaan percaya diri seperti ini muncul mungkin karena fasilitas penelitian semuanya lengkap, bahkan mungkin lebih baik.”
Meski berprestasi di Jepang, Khoirul tak ingin selamanya tinggal di sana. Suatu saat ia dan keluarganya akan boyongan ke Indonesia. “Saya bermimpi pulang setelah menjadi orang penting di bidang (telekomunikasi),” kata dia, “Ketika di Jepang, saya merasakan akselerasi ke sana begitu besar, dan setelah punya nama, nanti baru berencana pulang ke Indonesia.” Kapan? Itu yang Khoirul juga tak bisa memprediksinya.
Kini, sembari menunggu harapannya itu terwujud, Khoirul akan terus membenamkan diri di laboratorium. Di luar itu, tentu ia tak akan melupakan keluarganya. Kini, bersama istri tercinta, Sri Yayu Indriyani, dan tiga buah hatinya, Khoirul tinggal di Daigaku Shukusha B-31, Asahidai 1-50, Nomi, Ishikawa, Jepang. dari: Kaskus.us
 Special thanks untuk Prof. Dr. Khoirul Anwar atas kerja kerasnya selama ini hingga mendapat penemuan 4G dan ini akan memajukan bidang Teknologi Komunikasi juga ponsel dan gadget.

SUMBER: Blog Amirantekno
Read more...

Senin, 09 September 2013

Pioneer P80W DOLBY stereo Support Bahasa Indonesia

Smartphone sndroid ICS ini support jaringan 3G, dual SIM.
Support Bahasa Indonesia pula sebagai pilihan bahasa, jadi lebih mudah dimengerti oleh orang Indonesia.
Ponsel pintar yang tebalnya kurang dari 10 mm, berlayar IPS LCD.
Harga yang ditawarkan adalah sekitar $300 atau sekitar 3 jutaan. Harga segitu termasuk mahal, lalu apa yang menarik dari hp ini ya.
Kamera dual, 8MP, LED Flash dan auto focus.

Pioneer P80W DOLBY stereo

spesifikasi:
Dual Sim, supports WCDMA+G atau GSM+GSM.
Jaringan: GSM/GPRS/EDGE: 850/900/1800/1900 MHz, WCDMA/HSPA: 900/2100MHz
Dimensi: 135.5 x 69.2 x 9.6 mm
Berat: 156.6 grams
Layar: 4.5-inch QHD Capacitive Multi Touch Screen , 540 x 960, 16M Colors, IPS-LCD
CPU: MTK6577 ARMv7 Cortex-A9 Dual-core 1.0GHz
GPU: PowerVR SGX531 Ultra
OS: Android 4.0.4 ICS
Memori: RAM 1GB, ROM 4GB, supports 32GB MicroSD.
GPS: Built In GPS & A.GPS
Radio FM.

Konektivitas:
Bluetooth 3.0 with EDR & A2DP
Wi-Fi : IEEE 802.11 b/g/n, supports Wi-Fi hotspot
micro USB 2.0

Pioneer P80W DOLBY stereo

Kamera:
Dual Camera
Back 8.0 mega pixel / 3264 x 2448 / Auto Focus / Flash LED
Front 0.3 mega pixel, supports Skype Video Calls

Sensor: Gravity Sensor, Proximity Sensor, Light Sensor, Magnetic Sensor
Video format: AVI, MP4, FLV, 3GP, MOV, ASF, MPEG, RMVB, H.263, H.264, etc.
Audio format: MP3, AAC, WAV, etc. / 3.5 mm Audio Jack, DOLBY Audio

Read more...

Jumat, 15 Maret 2013

BlackBerry PlayBook tersedia di pasar Indonesia

 Sesuai judul, memang benar bahwa BleckBerry PlayBook kini telah hadir di Indonesia. Hanya saja, PlayBook yang saya maksud ini BM bukan Resmi dari BleckBerry.


Tablet berwarna hitam ini mungkin adalah Tablet PC yang paling di tunggu-tunggu bagi pecinta BlackBerry. Ya, banyak fitur unik yang tersematkan pada PlayBook ini. Misalnya
, Fitur BlackBerry Bridge yang dapat menghubungkan ponsel BlackBerry dengan Tablet PC PlayBook untuk bertukar file atau saling transfer file.

PlayBook juga sudah menjalankan OS khusus untuk Tablet PC BlackBerry. Sebut saja, OS BlackBerry Tablet. Tentu, OS ini sangat berbeda dengan OS BlackBerry yang sudah ditanamkan pada ponselnya. Tampilannya juga nyaman di pandang.








Dan berikut ini adalah
Fitur Dan Spesifikasi Lengkap BlackBerry PlayBook



GENERAL2G NetworkGSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G NetworkHSDPA 900 / 1900 / 2100
Announced2011, February
StatusComing soon. Exp. release 2011, Q2
SIZEDimensions194 x 130 x 10 mm
Weight425 g
DISPLAYTypeTFT capacitive touchscreen, 16M colors
Size600 x 1024 pixels, 7.0 inches
- Multi-touch input method
- Accelerometer sensor for auto-rotate
SOUNDAlert typesN/A
LoudspeakerYes, with stereo speakers
3.5mm jackYes
MEMORYPhonebookPractically unlimited entries and fields
Call recordsN/A
Internal16/32/64 GB storage, 1 GB RAM
Card slotNo
DATAGPRSYes
EDGEYes
3GHSDPA, 21 Mbps; HSUPA
WLANWi-Fi 802.11 a/b/g/n
BluetoothYes, v2.1 with A2DP, EDR
Infrared portNo
USBYes, microUSB v2.0
CAMERAPrimary5 MP, 2592x1944 pixels, autofocus
VideoYes, 1080p
SecondaryYes, 3 MP
FEATURESOSBlackBerry Tablet OS
CPU1GHz dual-core Cortex-A9 CPU, PowerVR SGX540 GPU, TI OMAP 4430 chipset
MessagingEmail, Push Email, IM
BrowserHTML
RadioNo
GamesYes + downloadable
ColorsBlack
GPSNo
JavaYes, MIDP 2.1
- Micro HDMI port
- Document viewer
- Media player MP3/WMA/AAC+
- Video player DivX/WMV/XviD/3gp
- Organizer
- Adobe Flash 10.1 support
- Predictive text input
BATTERYStandard battery, Li-Po 5300 mAh
Stand-by
Talk time

Harga yang ditawarkan berkisar Rp 6jutaan. Apa Anda tertarik untuk membeli BlackBerry PlayBook?


Baca juga Artikel Daftar: Tablet PC, banyak info mengenai Tablet PC
Read more...