Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

Contoh Peluang Bisnis Modal 5 Juta

Anda sedang mencari tau contoh peluang bisnis modal 5 juta? Atau apakah anda malah sedang mencari contoh usaha modal 3 juta? Ya bila memang malah kedua-duanya, semoga saja artikel ini dapat memberi manfaat.

Namun sebelum lanjut pada contoh-contohnya, tidak lupa saya berpesan. Bahwa semua usaha itu sebenarnya menguntungkan dan semua usaha itu juga dapat merugikan. Jadi tetap semangat dan bersungguh-sungguhlah dalam menjalankan usaha.

Oke langsung saja, berikut ini contoh bisnis dengan modal uang 5 juta rupiah:


Bisnis Laundry

Ya menjalankan bisnis atau usaha laundry saat ini memang cukup menjanjikan. Terlebih lagi anda menjalankannya di lingkungan perkotaan, perumahan, dan di lingkungan kost. Sebab banyak anak muda atau pegawai yang tidak sempat untuk mencuci pakaiannya.

Untuk tempat, sementara anda dapat menjadikan rumah anda sebagai tempatnya. Karena tidak mungkin dengan modal hanya 5 juta anda bisa membeli mesin cuci, mengontrak rumah dll. Selain itu, bila anda menjalankannya di rumah maka ini sekaligus bisa menjadi bisnis sampingan di rumah.

Bisnis Jual Sembako

Ya dengan modal sebesar ini anda sudah dapat menjalankan usaha jual sembako. Namun perlu diketahui seperti artikel yang saya tulis sebelumnya tentang usaha sembako. Bila modal yang anda gunakan hanya 5 juta rupiah, maka lebih baik anda menjalankan bisnis ini di rumah. Gunanya yaitu supaya anda dapat menjual lebih banyak sembako tanpa perlu menggunakan modal tersebut untuk menyewa kios.

Selain itu, bila di rumah, ini bisa dijadikan sampingan buat para ibu rumah tangga.


Sepertinya itu saja contoh dari peluang bisnis modal 5 juta yang dapat blog Ide Usaha dan Ide Bisnis Buatmu bagi. Tetaplah yakin bahwa dirimu pasti bisa menjalankan usaha dan pasti sukses dengan usaha yang anda jalankan tersebut.
Read more...

Kamis, 19 Desember 2013

5 Langkah Menjalankan Bisnis Roti di Rumah

Toko roti memberikan layanan berbeda tergantung pada jenis makanan yang dijual. Kue, cupcake, pai, brownies, roti tawar dan kaserol merupakan beberapa jenis makanan yang biasa dijual di sebuah toko roti. Toko roti rumahan biasanya tidak memerlukan ijin tertulis dari Departemen Kesehatan atau BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), meski akan lebih baik jika memilikinya. Menjalankan sebuah bisnis toko roti termasuk menantang apalagi bagi orang yang terbiasa bekerja di kantor karena bekerja di rumah akan terasa sangat berbeda.


Berikut ini ialah beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam memulai dan menjalankan bisnis roti di rumah:

* Pertimbangkan apakah dapur Anda di rumah bisa digunakan untuk membuat roti dalam jumlah besar.
Biasanya dapur di rumah tidak terlalu besar namun lebih bisa dijaga kebersihannya dibanding dapur berukuran lebih besar di bangunan yang bukan rumah.

* Buatlah daftar bahan-bahan yang digunakan untuk proses produksi roti.
Tepung terigu/ gandum, gula, mentega, telur, dan coklat ialah beberapa bahan yang sering digunakan untuk pembuatan roti dan bisa digunakan secara aman untuk jangka panjang dan tidak membutuhkan persetujuan atau ijin dari Depkes/ BPOM. Lain halnya jika Anda menambahkan bahan-bahan aditif seperti pewarna, pengawet dan sejenisnya yang diawasi penggunaan dan kadarnya dalam makanan. Berikan label untuk makanan Anda yang dikemas yang memuat bahan yang digunakan, tempat toko roti, dan bahan yang potensial menjadi pemicu alergi (alergen) bagi sebagian orang seperti kacang, susu, dan sebagainya.

* Tentukan secara umum apa saja layanan yang akan diberikan toko roti Anda.
Untuk itu Anda harus tahu konsep toko roti seperti apakah yang Anda ingin jalankan, apakah akan menjadi sebuah toko roti serba ada atau toko roti yang lebih berfokus pada pemesanan untuk acara-acara tertentu?

* Pasarkan roti buatan Anda dengan membagikannya pada teman, kolega, teman dari teman, dan utamanya keluarga untuk rekomendasi dari mulut ke mulut.
Jangan lupa untuk beriklan di koran setempat atau situs komunitas penggemar roti, misalnya. Buat sebuah situs yang representatif untuk memperkenalkan usaha roti Anda. Buatlah sesederhana mungkin sehingga pengunjung tidak bingung untuk melihat apa saja yang Anda tawarkan dan bagaimana mereka bisa menghubungi Anda untuk membeli. Jangan lupa berikan gambar dan harga roti yang Anda tawarkan. Sebarkan selebaran dan email ke pelanggan yang sudah ada.

* Catat semua transaksi keuangan dengan baik dan rapi.  Simpan resep-resep pembuatan roti sehingga kelak jika dibutuhkan akan bisa diakses dengan mudah. Pantau dengan teliti jumlah pengeluaran yang berkaitan dengan karyawan dan jumlah pemasukan yang dihasilkan. Ini akan memudahkan Anda jika keuangan usaha harus diaudit kelak.
Sumber : ciputraentreprenuership.com
Read more...

Senin, 16 Desember 2013

Kisah Bisnis Sepatu Lukis Beromzet Rp22 Juta per Bulan


Berawal dari kecintaannya dengan dunia lukis dan hobinya mengoleksi berbagai macam jenis sepatu, muncullah ide untuk membuat sesuatu yang berbeda. Andina Nabila Irvani atau yang biasa disapa Dina mencoba menyalurkan hobi melukisnya pada sepatu koleksinya.

"Sebenarnya ide ini datang dari kakak saya. Dia suka sekali bisnis sejak SMA. Sedangkan saya, sudah hobi melukis sejak lama. Sudah les melukis juga sejak masih Taman Kanak-kanak. Jadilah kita mencoba bisnis sepatu lukis," ungkapnya saat ditemui okezone di Grand Kemang, Jakarta beberapa waktu lalu.

Akhirnya pada Agustus 2008, dengan modal awal yang terbilang kecil yaitu sekira Rp1 juta, Dina mulai mencoba menuangkan ide lukisannya pada media sepatu kanvas. 

Bisnis yang baru berkembang memang tidak selalu berjalan mulus. Dirinya sempat mengalami kesulitan dengan stok sepatu polos yang kadang jumlahnya terbatas di pasaran.  Dirinya berfikir mengapa tidak memproduksi sendiri sepatu polos tersebut. Bahkan, dengan memproduksi sendiri sepatu polos tersebut dirinya bisa mendesain sendiri sepatunya Sehingga mempunya bentuk dan jenis yang berbeda yang sudah ada di pasaran.


Salah satu cara jitu yang digunakannya untuk memasarkan produknya adalah dengan menggunakan ranah online. Sebulan setelah bisnisnya ini dimulai, Dina menggunakan blog sebagai katalog dalam usahanya. Namun saat ini, karena modal sudah semakin bertambah, dibuatlah situs berbasis web sebagai media untuk memasarkan produknya yang dapat diakses di www.sepatulukis.com.

Selain itu, cara lain yang digunakannya agar sepatunya berbeda dengan yang lain adalah dengan model khusus yang diproduksinya sendiri. Karena yang dia tau, saat ini banyak bissis sejenis yang sudah mulai menjamur dipasaran. Namun dirinya yakin, dengan 11 pasang model sepatu yang telah diciptakannya, memiliki perbedaan dan kualitas dengan pengusaha sejenis yang lain.

Saat ini, pendapatannya bisa dibilang sangat lumayan. Dengan omset perbulan mencapai Rp10-22 juta dan sudah mempekerjakan empat orang karyawan, Dina semakin bersemangat untuk terus mengembangkan bisnisnya tersebut. Diantaranya mencoba media lain seperti kaos, tas, chasing handphone, serta yang saat ini sedang dalam tahap uji coba adalah melukis dengan media dompet.

"Sebulan pertama, untungnya hanya Rp2-3 juta. Namun, di bulan kelima, ternyata bisa langsung berkembang pesat, dengan keuntungan hingga Rp20 juta," ungkapnya.

Per-harinya, rata-rata sepatu yang berhasil dijualnya mencapai 50-100 pasang sepatu, dengan pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara. Adapun harga per-pasangnya ditawarkan mulai dari Rp110-260 ribu. Untuk Indonesia, peminat terbanyak berasal dari pulau Kalimantan dan Sumatera. Sementara itu, pengiriman juga sudah merambah ke Brunei, Australia, Singapura, dan Bangkok.

"Waktu itu ada yang pesan juga dari Amerika sampai 100 pasang. Saya sudah oke dan menyanggupi. Tapi ternyata ongkos kirim kesana mahal sekali, dua kali lipat dari harga separtu, akhirnya cancel semua," ungkapnya lagi.

Untuk lebih menjaga merk dan keaslian sepatu buatannya, sejak 2010 lalu, Dina telah mendaftarkan "SLIGHT" sebagai brand atas sepatunya di Hak Atas kekayaan Intelektual (HAKI).

Dari bisnis yang menjanjikan ini, mahasiswi semester lima di sebuah perguruan tinggi swasta Jakarta ini mampu mempekerjakan empat orang pegawai. Yang mana pegawainya tersebut di rekrutnya dari tetangga sekitar. Selain itu, bisnis ini tidak lagi membuatnya menggantungkan uang jajan dari orang tuanya.

Dina memberikan tips khusus untuk memulai suatu usaha, yaitu mulailah dengan apa yang kita suka. "Mulai dengan sesuatu sesuatu yang kamu suka, misalnya hobby, diexplore lagi dan buat sesuatu yang berbeda dari produk/jasa yang sudah ada. jangan takut dengan resiko yang belum pasti terjadi, karena jika ada niat pasti semua masalah dalam bisnis bisa terselesaikan. Patikan juga, kita bisa konsultasi kepada orang yang sudah berpengalaman dengan dunia bisnis," ungkapnya.

Dengan motto hidupnya "I can achieve anything I want in life if I have the will"Dina berkeinginan suatu hari nanti bisa semakin memperbesar usahanya, dan memiliki butik sepatu buatannya yang tersebar diseluruh kota di Indonesia. Dan terus menciptakan ide kreatif dan tentunya berbeda dengan yang lain.(adn)(rhs)

Sumber : okezone.com 

Read more...