Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Desember 2013
Kisah Bisnis Sepatu Lukis Beromzet Rp22 Juta per Bulan
Berawal dari kecintaannya dengan dunia lukis dan hobinya mengoleksi berbagai macam jenis sepatu, muncullah ide untuk membuat sesuatu yang berbeda. Andina Nabila Irvani atau yang biasa disapa Dina mencoba menyalurkan hobi melukisnya pada sepatu koleksinya.
"Sebenarnya ide ini datang dari kakak saya. Dia suka sekali bisnis sejak SMA. Sedangkan saya, sudah hobi melukis sejak lama. Sudah les melukis juga sejak masih Taman Kanak-kanak. Jadilah kita mencoba bisnis sepatu lukis," ungkapnya saat ditemui okezone di Grand Kemang, Jakarta beberapa waktu lalu.
Akhirnya pada Agustus 2008, dengan modal awal yang terbilang kecil yaitu sekira Rp1 juta, Dina mulai mencoba menuangkan ide lukisannya pada media sepatu kanvas.
Bisnis yang baru berkembang memang tidak selalu berjalan mulus. Dirinya sempat mengalami kesulitan dengan stok sepatu polos yang kadang jumlahnya terbatas di pasaran. Dirinya berfikir mengapa tidak memproduksi sendiri sepatu polos tersebut. Bahkan, dengan memproduksi sendiri sepatu polos tersebut dirinya bisa mendesain sendiri sepatunya Sehingga mempunya bentuk dan jenis yang berbeda yang sudah ada di pasaran.
Salah satu cara jitu yang digunakannya untuk memasarkan produknya adalah dengan menggunakan ranah online. Sebulan setelah bisnisnya ini dimulai, Dina menggunakan blog sebagai katalog dalam usahanya. Namun saat ini, karena modal sudah semakin bertambah, dibuatlah situs berbasis web sebagai media untuk memasarkan produknya yang dapat diakses di www.sepatulukis.com.
Selain itu, cara lain yang digunakannya agar sepatunya berbeda dengan yang lain adalah dengan model khusus yang diproduksinya sendiri. Karena yang dia tau, saat ini banyak bissis sejenis yang sudah mulai menjamur dipasaran. Namun dirinya yakin, dengan 11 pasang model sepatu yang telah diciptakannya, memiliki perbedaan dan kualitas dengan pengusaha sejenis yang lain.
Saat ini, pendapatannya bisa dibilang sangat lumayan. Dengan omset perbulan mencapai Rp10-22 juta dan sudah mempekerjakan empat orang karyawan, Dina semakin bersemangat untuk terus mengembangkan bisnisnya tersebut. Diantaranya mencoba media lain seperti kaos, tas, chasing handphone, serta yang saat ini sedang dalam tahap uji coba adalah melukis dengan media dompet.
"Sebulan pertama, untungnya hanya Rp2-3 juta. Namun, di bulan kelima, ternyata bisa langsung berkembang pesat, dengan keuntungan hingga Rp20 juta," ungkapnya.
Per-harinya, rata-rata sepatu yang berhasil dijualnya mencapai 50-100 pasang sepatu, dengan pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara. Adapun harga per-pasangnya ditawarkan mulai dari Rp110-260 ribu. Untuk Indonesia, peminat terbanyak berasal dari pulau Kalimantan dan Sumatera. Sementara itu, pengiriman juga sudah merambah ke Brunei, Australia, Singapura, dan Bangkok.
"Waktu itu ada yang pesan juga dari Amerika sampai 100 pasang. Saya sudah oke dan menyanggupi. Tapi ternyata ongkos kirim kesana mahal sekali, dua kali lipat dari harga separtu, akhirnya cancel semua," ungkapnya lagi.
Untuk lebih menjaga merk dan keaslian sepatu buatannya, sejak 2010 lalu, Dina telah mendaftarkan "SLIGHT" sebagai brand atas sepatunya di Hak Atas kekayaan Intelektual (HAKI).
Dari bisnis yang menjanjikan ini, mahasiswi semester lima di sebuah perguruan tinggi swasta Jakarta ini mampu mempekerjakan empat orang pegawai. Yang mana pegawainya tersebut di rekrutnya dari tetangga sekitar. Selain itu, bisnis ini tidak lagi membuatnya menggantungkan uang jajan dari orang tuanya.
Dina memberikan tips khusus untuk memulai suatu usaha, yaitu mulailah dengan apa yang kita suka. "Mulai dengan sesuatu sesuatu yang kamu suka, misalnya hobby, diexplore lagi dan buat sesuatu yang berbeda dari produk/jasa yang sudah ada. jangan takut dengan resiko yang belum pasti terjadi, karena jika ada niat pasti semua masalah dalam bisnis bisa terselesaikan. Patikan juga, kita bisa konsultasi kepada orang yang sudah berpengalaman dengan dunia bisnis," ungkapnya.
Dengan motto hidupnya "I can achieve anything I want in life if I have the will"Dina berkeinginan suatu hari nanti bisa semakin memperbesar usahanya, dan memiliki butik sepatu buatannya yang tersebar diseluruh kota di Indonesia. Dan terus menciptakan ide kreatif dan tentunya berbeda dengan yang lain.(adn)(rhs)
Sumber : okezone.com
Kamis, 31 Oktober 2013
Kisah Penghuni Surga Terakhir
Rasulullah SAW pernah mengisahkan perihal ghaib di akhirat kelak. Tertawa sekaligus menangis ketika mendengar salah satu kisah akhirat, yakni tentang penghuni surga terakhir. Kasih sayang dan rahmat Allah yang luas tampak dalam hikmah kisah tersebut.
Alkisah, terdapat seorang yang berada di neraka. Ia terus berusaha melewati dahsyatnya panas api neraka. Terkadang ia mampu berjalan kaki, namun sesekali terjatuh telungkup, sering kali hangus dibakar api neraka. Jatuh bangun ia berusaha melewati siksaan demi siksaan. Acap kali berhasil selangkah, ia mengharap bantuan Allah.
Dengan tertatih dan dalam waktu yang lama, ia pun berhasil meninggalkan neraka. Segera ia berseru, "Segala puji Allah yang menyelamatkanku darimu, hai neraka!" Tentu saja, dia bersyukur, karena tak ada yang mampu melewati neraka kecuali dia.
Namun, keluar dari neraka bukan akhir dari penderitaan atas hukuman bermaksiat di dunia. Ia masih merasakan panas yang sangat dan begitu kehausan. Ia pun melihat sekeliling dan tertuju pada sebuah pohon. Namun, jaraknya sangat jauh. Ia pun meminta kepada Allah agar mendekatkannya,
"Ya Allah, mohon dekatkan aku ke pohon itu. Aku ingin berteduh di bawahnya dan meminum airnya," pinta orang itu.
Allah pun bertanya padanya, "Wahai cucu Adam, jika aku dekatkan kau ke pohon itu, apa kau akan meminta hal lain lagi kepada-Ku?" Orang itu pun segera menjawab, "Tidak wahai Rabbku, aku berjanji tidak akan meminta hal lain," ujarnya yang tak sabar menikmati keteduhan di bawah pohon setelah sekian lama dihukum di neraka.
Saat itu, pohon yang di hadapan matanya sangat menggiurkan. Allah pun mengabulkan permintaannya. Ia pun berada di bawah pohon itu, kemudian segera meminum air darinya.
Namun setelah itu, ia kembali melihat sebatang pohon yang lebih rindang dan indah dari pohon pertama yang ia telah berteduh di bawahnya.
Melihatnya, lupa sudah janjinya. Ia kembali meminta pertolongan Allah agar didekatkan pada pohon kedua itu. "Wahai Allah, mohon dekatkan aku ke pohon itu. Aku ingin berteduh di bawahnya dan meminum airnya. Aku tidak akan meminta hal lain lagi," pintanya.
Allah pun berfirman, "Hai cucu Adam, bukankah kau telah berjanji tak akan meminta hal lain?" Orang itu pun menjawab, "Iya, benar ya Allah, tapi kali ini saja .... Aku benar-benar tak akan meminta hal lain lagi," pintanya, merengek.
Allah pun memaklumi dan dengan kasih sayang-Nya, Allah mendekatkan orang itu ke pohon kedua. Orang itu pun dapat berteduh di pohon yang jauh lebih indah dan rindang dari pohon pertama.
Namun ternyata, pohon kedua itu berada dekat dengan pintu surga. Setiba di pohon tersebut, ia mendengar suara penghuni surga yang diliputi kebahagiaan. Apa daya, ia tak kuasa ingin memasukinya. Lagi, ia melanggar janjinya dengan Allah. Ia kembali meminta kepada Allah, ia ingin agar Allah memasukkannya ke dalam surga.
"Ya Allah ya Rabb, masukkanlah aku ke sana," pintanya, menunjuk pada surga yang kenikmatannya tak pernah terbayang oleh manusia di bumi.
Allah Taala pun kembali berkata, "Hai cucu Adam! Hal apa yang membuatmu puas, apakah kau ingin Aku berikan dunia dan segala isinya?!"
Orang itu pun menjawab, "Ya Tuhanku, apakah Kau tengah mengejekku .... Tentu saja Kaulah Tuhan pemilik alam semesta," ujarnya.
Allah pun tertawa seraya berfirman, "Aku tidak mengejekmu, tapi Aku Mahakuasa mewujudkan apa yang kau inginkan."
Maka, dimasukkanlah orang itu ke dalam surga dengan rahmat dan kasih sayang-Nya. Ia pun berkumpul dengan hamba Allah yang lain yang tak pernah menyekutukan-Nya. Dia pun menjadi orang terakhir yang masuk surga, sang penghuni surga terakhir.
Kisah tersebut dikabarkan oleh Rasulullah dalam hadisnya yang diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Abdullah bin Masud. Dalam riwayat tersebut juga disebutkan bahwa Ibnu Masud tertawa saat menceritakannya pada sahabat Rasulullah yang lain. Beliau tertawa saat mengisahkan bagian si penghuni surga terakhir menginginkan surga.
Saat bagian si penghuni surga terakhir berkata kepada Allah, "Ya Tuhanku, apakah Kau tengah mengejekku .... Tentu saja Kaulah Tuhan pemilik alam semesta," Ibnu Masud pun tertawa. Ia berkata kepada orang-orang yang mendengar kisah itu, "Apa kalian ingin bertanya mengapa aku tertawa?" Para sahabat lain pun menjawab, "Iya, mengapa kau tertawa?"
Ibnu Masud pun menjawab, "Karena aku melihat Rasulullah tertawa (saat mengisahkan hal sama). (Saat mendengar kisah itu dari Rasulullah), aku pun bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, mengapa Anda tertawa?" Beliau pun menjawab, "Karena Tuhanku, Tuhan seluruh alam, juga tertawa," sabda Rasulullah.
TeKaPe
Langganan:
Postingan (Atom)